RSS

SEPUCUK SURAT; MENINJAU ULANG LOGIKA WANITA

22 Mar

Oleh Ardyan Amroellah

Sepucuk surat dikirimkan oleh seorang pembaca pada redaksi sebuah surat kabar tenar di Jakarta. Dia seorang wanita, muda, dan jelita. Isi suratnya simpel, si pengirim surat hanya ingin menikah. Siapa tahu ada lelaki yang setelahmembaca suratnya, berniat berhubungan serius dengannya.

Apa Yang Harus Saya Lakukan Untuk Dapat Menikah dengan Pria Kaya?

Saya akan jujur, tentang apa yang saya tulis di sini. Tahun ini saya berusia 25 tahun, sangat pas untuk melangsungkan sebuah hal sakral. Saya ingin menikah. Saya tak ingin berpromosi, tapi saya jamin jika anda mau bertemu saya, anda tak akan menyesali kecantikan saya. Terus terang, saya pemilih. Maka bukan asal lelaki yang akan saya terima. saya butuh lelaki yang setidaknya tak jelek, dari keluarga baik-baik, dan berpenghasilan minimal 80 juta/bulan. Anda mungkin berpikir saya materialistis, tapi penghasilan sebesar itu sebenarnya masih kelas menengah di Jakarta. Syarat yang saya ajukan tidaklah tinggi, itu saja.

Yang saya ingin tanyakan:

  1. Apa yang harus saya lakukan untuk menikahi pria macam itu? Setahun lalu, pria terkaya yang pernah berpacaran dengan saya bergaji 50 juta/tahun. Bila seseorang ingin pindah ke lingkungan elit, gaji sejumlah itu tidaklah cukup.:
  2. Dimana para lelaki impian itu bisa saya temui?
  3. Kisaran umur berapa yang harus saya cari?
  4. Saya pernah bertemu dengan beberapa wanita berpenampilan tak menarik, tapi kenapa mereka bisa mendapatkan suami yang seperti saya dambakan?
  5. Untuk lelaki yang masuk kriteria saya, bagaimana anda memutuskan siapa yang bisa menjadi istri anda?

Terima kasih.

______________________

Tiga minggu kemudian, pada kolom surat pembaca di koran yang sama, tertampil surat balasan dari seorang pria untuk wanita itu..

Saya telah membaca surat anda. Saya bersemangat. Saya membayangkan kecantikan anda. Saya rasa, banyak gadis-gadis di luar sana selain anda yang punya pertanyaan sama. Jadi ijinkan saya untuk menjawab pertanyaan anda. Bisa juga anda anggap surat saya ini sebagi surat perkenalan.

Untuk anda ketahui saja, bahwa gaji bulanan saya adalah 200 juta/bulan. Itu minimal. Dan untuk anda ketahui pula, itu gaji hanya dari usaha saya di Indonesia. Saya rasa itu sesuai syarat anda, bukan?.Jadi saya harap anda tidak berpikir saya bercanda. Saya serius dan ‘suka langsung ke inti’.

Sekarang mari kita mulai. Pertama, mari kita coba tempatkan “kecantikan” milik anda dan “gaji” milik saya berdampingan. Anggap saja dua hal itu seimbang. Bukankan begitu keinginan anda?

Anda menyediakan kecantikan, dan saya menyediakan uang untu membayar itu. Masuk akal, tapi ada masalah disini. kenapa? Karena kecantikan anda akan surut. Padahal penghasilan saya sangat mungkin meningkat di masa mendatang karena saya masih muda. Sekali lagi, anda tak akan bertambah cantik di masa depan bukan? Simpel saja, bisa dikatakan saya adalah aset yang akan meningkat, sedangkan anda kebalikan saya. Aset yang pasti menyusut. Bukan hanya penyusutan normal, tapi penyusutan eksponensial.

Maka jika hanya kecantikan aset anda, nilai anda akan sangat mengkhawatirkan sepuluh tahun mendatang. Dari aturan yang saya gunakan dalam berbisnis. Setiap pertukaran memiliki posisi tawar imbang, pun dengan menikahi anda. Lalu ketika nilai sesuatu milik kita turun, maka secara naluriah kita akan kian surut minat merawatnya. Dan adalah ide buruk untuk menyimpan dalam jangka lama. Misalnya, kecantikan anda itu. Mungkin terdengar kasar, tapi untuk membuat keputusan bijaksana, setiap aset dengan nilai depresiasi besar pasti akan dijual atau disewakan. Perlu anda ingat juga, Barang siapa yang bergaji 100juta/bulan, jelas bukan orang bodoh. Mereka hanya mau berkencan, tapi tak akan menikahi anda.

Saya sangat menyarankan agar anda lupakan saja soal menikahi lelaki seprti yang anda inginkan. Lebih baik anda menjadikan diri anda lebih dari sekedar cantik dulu. Ini jauh lebih bagus daripada mencari pria kaya yang bodoh. Mudah-mudahan balasan ini dapat membantu.

Terakhir, Jika anda tertarik untuk servis “sewa pinjam,” hubungi saya melalui redaksi.

Salam.

 
3 Comments

Posted by on March 22, 2012 in Catatan Harian

 

Tags: , ,

3 responses to “SEPUCUK SURAT; MENINJAU ULANG LOGIKA WANITA

  1. isti kumalasari

    March 28, 2012 at 2:53 pm

    Baru baca. benar2 menarik. meski tidak ingin mengakuinya, tapi kebanyakan seperti itulah gaya berpikir antara pria dan wanita.hmmm….

     
    • Forum Lingkar Pena Kudus

      March 29, 2012 at 6:17 am

      semacam itulah mbak isti. aku pernah ngobrol dengan teman. katanya, “jangan katakan wanita itu matre. sebab ketika dia memilih menikah dengan seorang lelaki. dia tak hanya bertaruh soal kelangsungan hidupnya, tapi juga kelak anak-anaknya. lihat, wanita lebih hebat dari penjudi kan? mana ada penjudi berani mempertaruhkan hidupnya.”
      dan aku cuma bisa menelan ludah. antap. Hehehe.

      sewun komentarnya mbak.

       
  2. hamimatul ubudyah

    May 21, 2012 at 8:38 pm

    saungguh menarik cerita yang mencerminkan realita masyarkt saat ini

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: