RSS

KENAPA KITA MENULIS?

28 Feb

Oleh Ardyan Amroellah

Usianya masih sangat muda, 13 tahun. Kala itu bulan Juni 1942, pertama kalinya sia menulis dalam diarinya. Bersama orangtuanya, dia bersembunyi di sebuah loteng gelap karena diburu Nazi. Seringkali sia mendengar suara deru pesawat tempur dan rentetan senjata api yang mengawang di atas Secret Annex itu. Dan untuk mengisi hari-hari panjangnya di loteng, dia mencurahkan segala perasaannya dalam sebuah buku diari kecilnya. Anak itu bernama Anne Frank.

“Aku berharap,” demikian Anne mengawali tulisannya di diari yang diberinya nama Kitty, “aku bisa mencurahkan isi hatiku padamu dengan cara yang belum pernah kulakukan pada siapapun sebelumnya. Aku harap kamu dapat memberi rasa nyaman dan juga semangat untukku.” dan ungkapannya yang terkenal, “Kertas memiliki kesabaran yang lebih ketimbang manusia.”

Pada April 1944, Anne menulis bahwa dia rindu ingin sekolah lagi, “Andai perang tak juga berakhir bulan September, aku tak akan kembali ke sekolah.” seolah tahu jika dirinya tak pernah lagi melanjutkan sekolahnya hingga akhir hayat sebab tanggal 4 Agustus, delapan orang yang bersembunyi di Secret Annex disergap oleh intel Nazi lalu. Bersama dengan impian cita-citanya, akhirnya Anne Frank meninggal dunia di kamp Hannover. Dia mati dalam usia muda tanpa sempat tahu bahwa beberapa tahun setelah perang usai, diarinya ditemukan yang akhirnya menjadi sebuah dokumen sejarah.

Dari cerita diatas, kita menjadi tahu bahwa dipelajari atau tidak, sebenarnya menulis itu selalu mengiringi hidup kita. Tugas, paper, makalah, jurnal, dan urusan kantor maupun untuk keperluan yang lebih bersifat privasi seperti menulis surat cinta, sms atau menulis di buku diari.

Sesuai dengan jenis tulisannya, aktifitas menulis memiliki tingkat kesulitan berbeda. Menulis laporan penelitian tentu tidak sama dengan menulis novel. Demikian juga dengan menulis opini berbeda dengan menulis cerpen. Oleh karena itu menulis amat penting untuk dipelajari dan dipraktekkan. Umpamanakan anda dijejali teori berenang yang baik tapi tak pernah sekalipun menyentuh air, apakah anda bisa melakukannya? Sebaliknya jika anda sedikit mendapat teori dan memutuskan melemparkan diri ke dalam kolam, apa yang terjadi? demikian juga menulis, maka persiapkan segera!

A.    Menulis Harus Ada Minat.

Langkah pertama untuk menjadi seorang penulis adalah: ada keinginan kuat untuk menjadi seorang penulis dan ada gairah menggeb untuk menulis. Gairah ini akan mengantarkan kita pada kata ‘saya pasti bisa!!!’. Tanpa itu, hanya akan melahirkan seorang penulis iseng yang ala kadarnya.

B.    Rajinlah Membaca.

Membaca yang dimaksud adalah untuk mengerti, memahami dan menikmati isi buku.
Jika ingin menjadi seorang kolomnis maka banyaklah membaca opini di media massa. Jika ingin menjadi seorang novelis atau cerpenis maka banyaklah membaca novel dan cerpen sebagai referensi. Mulailah dengan membaca sesuatu yang mudah dimengerti dan sesuaikan dengan jenis tulisan apa yang ingin anda tekuni.

C.    Mulailah Dengan menulis Cerpen Singkat.
Mulailah dengan menulis cerpen yang singkat dan tak usah dulu mengacu pada standar penulisan cerpen di media massa/ketentuan lomba. Semakin sering menulis (dengan gaya apapun), kita akan kian terbiasa. Apalagi diringi dengan membaca dan meminta bimbingan khusus dari seseorang yang sudah mahir menulis.

D.    Latihan Dengan Metode “Semi-Plagiat”

Cara ini adalah dengan menulis ulang karya orang lain. Tapi ingat, ini hanya untuk latihan sebaiknya tidak dipraktekkan untuk keperluan yang lain. Pertama-tama kita pilih dulu tulisan orang lain yang kita anggap menarik. Lalu tulis ulang dengan ketentuan sebagai berikut: anda bebas edit dan modifikasi naskah sesuka anda. Ganti juga nama tokoh, setting tempat, tambah–kurangi tokoh hingga pada tahap semi plagiat akhir, rubah ending cerita menurut versi anda!
Metode ini akan membuat kita menguasai anatomi cerita, cara menempatkan penanda, memulai, cara menggunakan kalimat sambung, variasi kata dan juga bagaimana cara ‘mengganggu’ pembaca dengan kejutan.

E.    Menulis Kilat Dengan Metode Merekam.

Dengarkan cerita temanmu (soal cinta, prinsip hidup, dll) catat dalam buku kecil atau rekam dalam ponsel lalu tuangkan dalam kertas. Jangan lupa untuk mendramatisasi adegan / konflik. Metode ini bisa dijadikan sebagai salah satu cara untuk menulis cerpen. Jangan dulu berpikir bahwa cerpen kita tidak bagus sebab masing-masing memiliki keunikan dan daya tarik yang berbeda. Kalau masih belum puas hasilnya, diskusikan dengan orang yang udah lebih dulu pandai mengarang

F.    Teori Dalam Pelajaran Bahasa Tetap Penting.

Bagaimanapun juga pelajaran bahasa Indonesia di sekolah dan kampus tetap penting! Dalam menulis biasakanlah menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar terutama untuk penulisan artikel. Minatilah pelajaran bahasa sehingga anda benar-benar menguasainya.

G.    Segera Catat Inspirasi Yang terlintas.

Seringkali ide dan inspirasi itu datang pada waktu yang tak terduga. Maka siapkan notes kecil, ponsel, atau otak anda agar mampu mengikatnya.

H.    Pelajari Karakter Teman Di Sekitarmu

Ada banyak karakter manusia yang diulas dalam satu cerita. Kita tahu bahwa manusia memiliki karakter yang berbeda. Hal ini memberi kita pelajaran penting dalam menulis. Menulis cerpen akan lebih mudah (terutama dalam mendiskripsikan tokoh dan membuat adegan dialog) jika kita menjadikan orang yang kita kenal sebagai referensi.

I.    Buatlah Kerangka Cerita
Buatkan kerangka. Mulai dari pengenalan tokoh, munclnya konflik, puncak konflik sampai ending. Buatlah kerangka cerita itu sesuai dengan kebiasaan dan gaya anda sendiri.

J.    Latihan Menulis Dialog

Jangan remehkan dialog. Karena dari dialog, kita biasanya mengetahu adegan yang dilakukan tokoh. Dari dialog pula dapat diketahui apakah cerpen / novel itu menggurui pembaca atau tidak. Kalimat dialog itu juga harus disesuaikan dengan karakter usia dan topik pembicaraan si tokoh.

K.    Diksi

Inilah tahap paling rumit. Diksi adalah selera, kenapa? Karena tak semua orang menyukai diksi yang sama. Dan diksi yang baik bukan berarti pemilihan yang rumit dan sok intelek. Diksi adalah pemilihan kata yang pas.

L.    Bimbingan Langsung Pada Penulis

Inilah hal yang paling cepat membuat anda mahir menulis. Anda bisa menulis dulu satu naskah cerpen kemudian anda konsultasikan dengan penulis yang anda kenal. Dengan begitu anda bisa langsung mengetahui kelebihan serta kelemahan tulisannya.

 
2 Comments

Posted by on February 28, 2012 in Belajar

 

Tags: , ,

2 responses to “KENAPA KITA MENULIS?

  1. hanajrun

    June 12, 2012 at 1:36 pm

    keren nih…
    izin share yak (:

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: