RSS

PUISI NANDA BAGUS P.

03 Jan

Oleh Nanda Bagus P

 

 

DOA DI AKHIR MALAM

Ya Robbi
malam ini
kembali hamba mengadu
kuyakin,engaku
tak akan merasa jenuh
karena engkau maha mendengar setiap bisikan kalbu

Ya Robbi
malam ini
kembali hamba meminta
apa yang terbaik bagi hamba
ku yakin engkau tak akan berdusata
karena rngkau maha mengetahui

Ya Robbi
malam ini hamba menangis
kuyakin harapanku tak akan terkikis
karena rahmat mu tak akan
pernah habis dan kuyakin,
engkau akan menerima
taubatnya orang yang menangis

Ya Robbi
di akhir malam ini
kembali hamba bersyukur
mengantarkan puja dan puji syukur
atas segala limpahkan
yang tak terukur
ku yakin waktu tak akn kau ulur
karena engku maha pengtur

karena itu,
kemesraan di akhiri malam in
janganlah cepat berlalu
engkau tahu hati ini rindu
mungkin hanya mengalir
dalam darahku
mungkin hanya berdendang
dalam hati ku Ya Robbi
bukan maksudku hamba
membuat doa jadi lagu
hanya engkua yang tahu…….

SEBUAH ANGAN-ANGAN

yang tinggal di gunung

merindukan pantai
yang tinggal di pantai
merindukan gunung
di musim kemaru
merindukan musim hujan
di musim hujan

merindukan musim kemarau

yang berambut hitam
mengagumi yamg pirang
yang berambut pirang

mengagumi yang hitam
diam di rumah merindukan berpergian
setelah berpergian merindukan rumah

ketika masih jadi karyawan
ingin jadi entrepreneur
supaya time freedom…………
begitu juga entrepreneur
ingin jdi karyawan
biar ga pusing…..

waktu tenang mencari keramain
waktu keramian mencari ketangan
saat masih bujangan

pengen punya suami yang ganteng/istri cantik
begitu sudah dapat suami ganteng/istri cantik
pengen biasa” saja ,bikin cemburu dan takut selingkuh,,,,,

kita tdak pernah bahagia
sebab segala sesuatu
tampak yang indah

KEGAGALAN

Tuhan…
dia terlalu indah tuk dilupakan…
terlalu sedih jika dikenang…
betapa hatiku bersedih…
mengenang semua yang berasal darinya…

Tuhan…
masih membekas bayangan akan dirinya…
yang telah mengisi relung hatiku…
disetiap sapaannya… serta disetiap kata-katanya…
mengandung keceriaannya…

Tuhan…
hamba memang lemah…
tapi mengapa dia memberikanku harapan?
seraya harapannya aku pun langsung melayang…
langksana burung yang bebas kemana-mana…

Tuhan…
kini ku telah jatuh dari langit dan hancur berkeping-keping…
tertembak oleh peluru yang tepat pada bagian sayapku…
sekarang aku pun tau… harapan itu palsu…
sayapku pun sudah rapuh dan tak bisa terbang kembali…

Tuhan…
andaikan hamba boleh memilih…
hamba kan memilih menjadi bagian dari lautan-Mu…
karena sekalinya ternodai…
ia kan cepat kembali bersih dan tertata seperti semula…

Tuhan…
apabila ini sudah menjadi takdir hamba…
hamba harap agar Engkau membimbingku pada jalan yang benar…
jangan Kau sesatkan hamba karena kegagalan seperti ini…
hamba yakin dengan kegagalan ini… agar hamba menjadi lebih beriman pada-Mu…
hanya sebelum di miliki

 
Leave a comment

Posted by on January 3, 2012 in Puisi

 

Tags: , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: