RSS

KEYLA; SEBUAH CERPEN

27 Dec

Oleh : Bachtyar Al-fatih.

Tak pernah terfikir olehku untuk memiliki seorang kekasih. Ketika aku tlah benar-benar belajar untuk menghargai waktu. Yang selalu terfikir di benakku adalah belajar, belajar dan belajar. Seperti kata guruku dulu, “kejarlah cita-citamu, sebelum kau di kejar cintamu”. Dan sampai sekarang itu yang menjadi motto hidupku.

 Sebut saja Reno, remaja yang kini duduk di bangku SMA kelas 2 tepat tahun ini. Membaca buku adalah kebiasaannya sejak masih belia. Reno terbilang murid yang teramat sangat rajin dan pintar. Setiap kali ada lomba tingkat sekolah, Reno pasti menjadi salah satu pesertanya. Ternyata Reno benar-benar pandai di semua bidang. Namun untuk urusan asmara Reno tak pernah memperdulikanya. Meski tak jarang banyak gadis yang mendekatinya. Tapi Reno tetap saja cuek dan masa bodoh.

 Setiap kali Reno di kantin, ia selalu memperhatikan detail gerakan Keyla. Sejak saat itu Reno mulai membuka hati untuk seorang gadis.

 Keyla Dhea Aprilia. Gadis manis yang selalu di perhatikan Reno Aditya. Mungkin jika mereka menjadi sepasang kekasih, akan menjadi pasangan yang benar-benar sangat serasi. Layaknya Dewi Shinta dan Arjuna.

 Reno masih terus melangkah mengikuti jejak Keyla. Terus mengekor di belakangnya tanpa Keyla sadari. Sejak dari kantin Reno terus mengikutinya. Sampai seorang laki-laki menyapa Keyla, “Keyla, dari mana?” seru laki-laki itu.

 “Nino! Ini aku baru aja dari kantin” sahut Keyla tersenyum tipis. Namun Reno masih saja berada di dekat Keyla. Sampai akhirnya Keyla menyadari keberadaan Reno. Reno pun bergegas pergi dari hadapan Keyla. Melangkah gontai menyusuri koridor sekolah.

 # # # #

 Sejak saat itu Reno pun mulai sering memperhatikan Keyla. Ia juga mulai mengesampingkan belajarnya. Nilai sekolahnya pun mulai sedikit ada penurunan. Dan saat Reno mulai mengetahui bila Keyla sudah memiliki seorang kekasih. Reno pun mulai sedikit canggung bila harus berdekatan dengan Keyla, meski pun sekarang mereka mulai dekat.

 Tanpa sengaja ketika Reno hendak memunuju ke perpustakaan. Ia melihat Keyla bersama Edo di taman. Terdengar suara yang samar-samar oleh Reno, “Buat apa kita lanjutin hubungan kita. Sementara kamu aja gak pernah ada buat aku” bentak Edo berdiri di hadapan Keyla.

“Selama ini buat apa kita pacaran?.” tanya Edo geram. Keyla hanya bisa menangis mendengar kata-kata Edo yang tlah merobek hati kecilnya. “Apa artinya air matamu?” lanjutnya penuh amarah. Edo tlah benar-benar membenci Keyla. Ucapannya bertubi-tubi menghujam hati Keyla. Edo tlah menancapkan pedang yang di siramnya dengan air garam.

 

Keyla semakin terisak-isak mendengar ucapan Edo. Ntah setan apa yang tlah membuatnya membenci Keyla. Keyla pun berdiri, “Lalu apa inginmu?” tanya Keyla dengan air mata yang mengalir deras.

 “Kita putus! Kamu dengar itu. Kita putus” ujar Edo dengan sedikit penekanan pada akhir kalimat. Keyla pun hanya bisa menangis mendengar keputusan Edo. Edo pun bergegas pergi meninggalkan Keyla.

 Reno melihat jelas apa yang terjadi pada Keyla. Dengan sangat berat hati, Reno pun menghampirnya.

 “Bila seseorang yang benar-benar kita cintai tlah menancapkan pedang di hati kita, Apa yang bisa kita lakukan lagi?” kata Reno lalu memberikan sapu tangannya pada Keyla. Keyla mendelik kehadapan Reno, “Buat apa kamu perduliin aku?” ujar Keyla datar.

“Karna semua orang di dunia ini memang harus kita perdulikan” sahut Reno tegas.

 “Aku bukan seseorang yang memanfaatkan kelemahan orang lain. Namun hanya ingin membantunya menghadapi masalah itu” lanjut Reno duduk disamping Keyla. Reno melihat sorot mata yang teduh dari pandangan Keyla. Baru kali ini sejak kepergian Yani adik perempuannya. Reno menemukan sosok Yani kembali pada diri Keyla. Keyla menghela nafas di sela-sela tangisannya.

 # # # #

 “key! Lihat itu” seru Reno menunjuk angsa yang berenang indah di danau.

“Disini indah” ujar Keyla.

 Pandangannya menyapu seluruh sudut danau. Senyumannya mengembang. Merebahkan tubuhnya diatas tumpukan daun jatuh, “Aku ingin menjadi merpati putih yang bisa terbang tinggi” ucap Keyla di sela-sela daun kering yang berjatuhan. Keyla masih merebahkan tubuhnya di bawah pohon yang rindang dan menghalangi cahaya matahari.

 “Ren! Kamu sering ya dateng ke danau ini?” tanya Keyla mulai berdiri mendekatiku.

“Dulu waktu SMP sering sama Yani. Tapi sejak Yani meninggal aku mulai jarang datang ketampat ini” jelas Reno pada Keyla. Lalu tiba-tiba Reno menarik tangan Keyla, “Mau kemana?” sergah Keyla cepat.

“Ikut aja! Nanti juga tau kok” balas Reno tersenyum manis.

Mereka berdua terus berjalan menyusuri pepohonan tinggi di hadapan mereka, “Lihat itu” Reno menghentikan langkahnya lalu menunjuk satu pohon besar di hadapan mereka. Keyla seketika tak percaya melihat rumah kayu di pohon itu. Reno melangkah menuju tangga. Lalu perlahan mulai menaikinya. Keyla masih saja diam di tempatnya, “Key! Ayo sini” teriak Reno melambaikan tangannya dari atas rumah.

“Itu terlalu tinggi Ren” teriak Keyla dari bawah yang mendongak ke atas.

“Ayolah! Nanti kamu bakal nyesel kalo gak naik” lanjut Reno antusias.

 Sebenarnya Keyla takut dengan ketinggian. Namun karna rasa penasarannya yang terlampau besar Keyla pun mulai beranjak menaiki tangga itu. Keyla menghela nafas panjang. Lalu mulai menaiki satu persatu tangga itu. “Aku pasti bisa” ucapnya dalam hati.

 Keyla takjub melihat pemandangan yang tak pernah ia lihat sebelumnya. “Bagaimana Key! Gak nyeselkan naik kesini?” ucap Reno tersenyum manis. Keyla pun menyunggingkan senyumannya. Pandangannya menyapu keseluruh penjuru. Tapi sayang, sorelah yang harus memisahkan mereka.

 # # # #

 Sejak saat itu Keyla dan Reno pun mulai semakin dekat. Namun Nino sahabat Edo tak suka melihat kedekatan mereka. Setiap kali Reno bertemu Nino, Nino pasti tersenyum kecut padanya. Tak jarang pula, Nino pun terkadang melakukan tindakan bodoh pada Reno dan tidak mencerminkan dirinya sebagai seorang laki-laki. Edo pun juga sangat membenci Reno. Apa lagi jika ia melihat Reno bercanda dengan Keyla. Pernah suatu ketika, saat Reno sedang asyik tertawa bersama Keyla. Tiba-tiba, “Kalian bisa diam gak!” ujar Edo memukul meja di depan Reno. Reno memang bukan seorang murid pemberani seperti Edo. Tapi di hadapan Keyla, Reno berusaha menjadi pahlawan.

 “Apa hak mu melarang kami?” sahut Reno datang. Edo menatap tajam kearah Edo, “Kamu tau berisik nggak” bentak Edo.

“Mereka semua aja no coment. Kenapa loenya yang sewot” lanjut Reno berdiri dari tempat duduknya.

 Tatapan mereka bertemu. Tepat berdiri sejajar. Api kebencian tlah membuat emosi mereka menguap. Seperti layaknya jantung yang berdegug kencang. Keyla pun hanya diam melihat Reno dan Edo beradu pandang. Tatapan meraka berdua begitu tajam. Seperti singa yang mengintai mangsanya. Tiada suara yang terdengar oleh telinga mereka. Hanya ada amarah yang memuncak.

 Saat Reno mulai melangkah, tiba-tiba sebuah tinjuan keras mengenai hidungnya. Emosi Reno pun tak terkontrol lagi. Reno mengepalkan tangannya, “Sialan! Rasain nih” pukulannya tepat pada mata sebelah kirinnya. Mereka berdua pun adu pukulan. Tapi cepat-cepat teman yang berada di dalam kelas itu melerai mereka.

 “Kita lihat nanti” ujar Edo menunjuk Reno. Edo di bawa keluar oleh teman-temannya. Sementara Keyla cemas melihat keadaan Reno, “Ren! Kamu nggak apa-apa kan?” tanya Keyla cemas. Cepat-cepat Keyla mengusap darah yang keluar dari hidung Reno dengan tisue. Reno hanya tersenyum manis pada Keyla, “Kita ke ruang kesehehatan aja ya?” ajak Keyla menatap Reno penuh kekhawatiran. Reno hanya menggelengkan kepalanya.

 “Mengapa?” desah Keyla. Reno pun hanya diam, “Ayolah! Nanti tambah parah aku yang repot” pinta Keyla memelas. Lalu Reno pung menganggukan kepalanya.

 # # # #

 Satu bulan kemudian..

 Ketika sekolah mereka melakukan study tour ke bandung. Keyla terlihat sangat berbeda dari yang sebelumnya. Wajahnya pucat. Ia juga terlihat seperti orang yang sakit.

 “Key! Kamu sakit ya?” tanya Reno yang sedari tadi memandangnya. Keyla tak menjawabnya. Masih diam dan memainkan jemarinya pada keybord laptop yang ia bawa. Ia terlihat asyik dengan game yang ia mainkan. Keyla tersenyum tiap kali berhasil mengalahkan musuhnya. Reno pun masih setia memandang wajah polos Keyla.

 “Key! Udahan dulu mainnya” pinta Reno. Lalu Reno menyodorkan sebuah kotak kecil berwarna biru, “Ini, di makan ya” lanjut Reno tersenyum manis. “Apa ini Ren?” sergah Keyla cepat. Reno pun hanya tersenyum manis padanya. “Di buka dulu, nanti kamu juga tau” ujar Reno terus memperhatikan Keyla. Lalu Keyla pun perlahan membuka kotak itu. Matanya terbelalak melihat coklat berbentuk hati.

 “Makanlah!” seru Reno pelan.

“Coklat! Sejak kapan kamu tau kalo aku sangat suka dengan coklat?” tanya Keyla penasaran.

“Lalu apa maksudnya kertas ini?” lanjut Keyla dengan rasa penasarannya. Namun Reno pun tetap saja diam. Ia tersenyum manis pada Keyla. Keyla pun membalasnya dengan senyuman manis yang ia miliki.

Keyla sangat penasaran dengan sikap Reno padanya yang akhir-akhir ini berbeda. Ntah apa yang membuat Reno semakin perhatian dengan Keyla. Sedikit demi sedikit coklat itu masuk kedakam mulut Keyla, “Diam!” kata Reno sembari memgusap lembut coklat yang mengotori pipinya. Kemudian Keyla pun membuka kertas yang ada di dalam kotak itu.

 Dear : keyla

Mungkin aku lancang, karna tanpa seizinmu aku menulis surat ini.

Aku bukan orang yang pintar memanfaatkan kelemahan orang lain. Tapi dengan ini ku harap engkau mengerti tentang perasaanku. Bukan sebagai seorang pecundang, namun seseorang yang mengatakan tentang perasaan terpendam dalam hati. Sebagai seseorang yang mencintaimu.

Key! Aku tau aku bukan orang yang baru dalam hidupmu. Namun harus kau tau, aku adalah Reno orang yang mencintaimu. Lewat surat ini aku tau, mungkin bukan cara yang baik untuk mengungkapkan segenap rasa sayangku padamu. Tapi apalah dayaku, hanya ini lah yang bisa aku lakukan untukmu.

Harus kau tau key, aku sungguh sangat mencintaimu. Sejak pertama kali aku mulai memperhatikanmu. Dan rasa sayang itu semakin besar, saat aku tlah benar-benar mengenal dirimu yang sebenarnya.

aku hanyalah daun kering yang menemani kehampaanmu

menjadi pelengkap kesendirian ketika belati tajam itu melukai hatimu

biarkanlah aku menjadi obat rasa sakitmu

keyla, aku mencintaimu..

From : Reno

# # # #

 Nb : cuman baru bisa lanjutin sampe sini, blum bisa nyampe ending. Maaf, kalo agak nggak jelas. Hehehe😀

Mungkin sebagian dari kalian udah pernah baca !!

Di salin dengan seijin Bachtyar Al-fatih.

 
2 Comments

Posted by on December 27, 2011 in Cerita Pendek

 

Tags: , ,

2 responses to “KEYLA; SEBUAH CERPEN

  1. Ardyan

    December 27, 2011 at 5:20 pm

    bagus…..aku suka.

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: