RSS

CUPU JADI RATU; SEBUAH CERPEN

27 Dec

Oleh : Yumeina Ryuri

 (Rindha Julia)

Hai guys…perkenalkan namaku Luna Angela, tapi temen-temenku sering menjulukiku si Cupu. Emang sich dengan penampilan yang super norak and katrok membuat semua orang illfeel padaku.Ditambah kacamata yang sudah usang membuatku jadi tambah tak berkesan. Tapi aku bersyukur pada Tuhan yang telah memberikan kehidupan untukku. Udah dulu ya perkenalannya. Cukup ikuti saja kisahku ini.

            Ini hari pertama aku masuk SMA. Agak canggung sich, tapi ku berusaha percaya diri menghadapi teman-teman yang baru. Aku kini sekolah di SMA Permata Bangsa. Udah bisa dibayangkan bagaimana jadi murid baru, kakak kelas yang jail selalu mengerjai kami melalui serangkaian kegiatan MOS. Dari sini aku mendapatkan seorang teman yang baik, namanya Dinda.

            ”Hay…namaku Luna”, sapaku mempemperkenalkan diri. Lalu iapun menjawab, ”Hai juga, perkenalkan namaku Dinda.” Dari situlah awal persahabatan kami. Kemana-kemana selalu bersama. Itulah namanya persahabatan yang tulus dan tidak memandang penampilan fisik atau kekayaan semata.

****

Tak terasa satu tahun telah terlewati. Hingga akhirnya aku naksir sama kakak kelasku yang namanya Randy. Bagiku dia perfect banget karena tubuhnya tinggi dan berparas tampan. Hampir semua cewek satu sekolah naksir sama dia. Tapi, aku tidak akan melakukan hal-hal hanya dapat merendahkan derajat wanita, seperti berpakaian yang terlalu terbuka atau mengirim sesuatu untuk Kak Randy. Aku mempunyai cara yang lebih jitu untuk memikat cowok., yaitu dengan ilmu pengetahuan. Aku mau mematahkan anggapan bahwa cowok tidak hanya melihat cewek dari outer beauty tapi juga mempertimbangkan inner beauty. Ide ini aku dapatkan dari sahabatku.

Pucuk dicinta ulam pun tiba. Sekolah mengadakan acara seleksi siswa berprestasi untuk diajukan dalam olimpiade nasional. Tak kusia-siakan kesempatan ini. Sahabatku sangat mendukung langkahku untuk meraih cita-citaku. Dan untuk memikat Kak Randy pastinya.

Hingga pengumuman tiba. Akhirnya aku masuk dan mewakili sekolahku dalam olimpiade nasional. Dari itu semua orang mengenalku walau dengan sebutan si cupu. It’s okay. Aku tak akan marah atau dendam sama orang yang menghinaku. Biarlah Tuhan yang membalas perbuatan mereka.

Suatu ketika, aku membeli bunga di flower shop. Kak Randy kebetulan juga ada di sana, mungkin mau beli bunga buat ceweknya . Ingin menyapa tapi tak punya nyali. Aku hanya pasrah saja dengan kenyataan ini. Mungkin aku bukan tipenya. Tapi, Tuhan memang adil, dompet Kak Randy ketinggalan di rumah. Aku merasa iba dan segera menolongnya. Untuk urusan tolong-menolong, aku selalu punya nyali. Tak pandang siapapun itu.

”Ada yang bisa ku bantu Kak ?” aku menawarkan bantuan. Dia sempat kaget dan tidak mengenaliku. ” Kayaknya aku pernah liat kamu dech, tapi di mana ya ?

Oh aku ingat…kamu yang akan mewakili sekolah dalam olimpiade kan ?”

” Bener banget Kak, untunglah Kakak ingat. Tadi tidak sengaja aku dengar kalau dompet Kakak ketinggalan. Maaf sebelumnya, kalau boleh biar aku saja yang membayar bunga Kakak”.

” Nggak ngrepotin ney…? Nama kamu Luna kan? Namaku Randy….terserah kamu aja dech, ntar aku ganti di lain hari.”

” Yupz…. My name is Luna. Nggak perlu diganti kok, Kak. ”

’’ Kalo gitu makasih banget ya, aku nggak akan pernah melupakan kebaikanmu ini. ’’

’’ Sama-sama Kak, kalo boleh tanya, bunga itu buat siapa yaw??? ”

” Ini buat pacarku, ntar malam mau kasih surprise gitu dech….”

” Oh…udah dulu ya Kak, aku mau pulang dulu. See you….!”

” Lho kok mau pulang ? Sebenarnya aku mau ngobrol lebih banyak lagi ma kamu tentang olimpiade itu. Tapi sudahlah…kapan-kapan aja.Sampai ketemu di sekolah ya…”

” Okey dech.” , jawabku sambil berlalu meninggalkan dia.

            Tak salah dugaanku selama ini, Kak Randy memang udah punya cewek. Maklumlah cowok ganteng pasti selalu dikelilingi cewek-cewek cantik. Aku sadar. Aku hanyalah pungguk yang merindukan bulan. Paras cantik tak punya, uang juga pas-pasan. Mana bisa cowok paling ganteng di sekolah naksir sama cewek cupu kayak aku ini?

Ya udah dech, hidupku tak akan berakhir gara-gara cowok. Ku biarkan hidupku mengalir apa adanya. Let it flow !

****

            Saat aku pulang sekolah, kulihat rumahku tampak ramai. Ternyata ada tamu istimewa di rumahku, yaitu Tante Bella. Tante Bella telah menyelesaikan studinya di Perancis dan kembali ke Indonesia untuk mengembangkan kariernya. Di Indonesia, Tante Bella akan mendirikan sebuah butik, sesuai dengan keahliannya, yaitu merancang busana.

” Hai Tante, apa kabar ?” sapaku dengan penuh kegembiraan. ” Baik-baik aja Lun, lha kabarmu sendiri gimana ? Sekarang sudah besar ya,” jawab Tante. ’’ Seperti yang Tante lihat, aku sehat-sehat saja. Aku senang banget Tante sudah kembali ke Indonesia.”

” Lun, kamu mau bantu Tante atau nggak???”

“ Klo emang bisa bantu, why not…?”, jawabku dengan polos.

“ Gini lho Lun, Tante mau bangun butik kecil-kecilan, ku harap kamu bisa bantu kelola butikku kalo ntar udah jadi.”

“ Hmmm….aku tanya sama Mama dulu dech.”

Mama yang mendengar obrolanku dengan Tante langsung setuju aja, asal tidak mengganggu sekolahku. Aku sebenarnya nggak tahu banyak tentang baju atau fashion yang lagi up-to-date. Tapi ntar juga tahu sendiri. Have fun aja lah…..

            Seminggu telah berjalan. Butik milik Tanteku sudah diresmikan. Sepulang sekolah, aku bantu-bantu di butik Tanteku. Sebenarnya aku cuma nongkrong aja lah, coz aku nggak ngerti urusan baju. Aku hanya disuruh melayani pengunjung yang datang ke butik. Eits,,,aku nggak bisa lama-lama di butik ney, aku harus pulang dan segera belajar untuk mempersiapkan diri mengikuti olimpiade. Olala….capek banget ya hari ini.

****

            Sesampai di rumah, kurebahkan badan di kasur kesayanganku. Niat mau belajar malah jadi tidur dech…Tidak terasa, pagi pun menjelang. Aku  harus bersiap-siap masuk sekolah. Ntar sehabis pulang sekolah, ada bimbingan buat olimpiade. Jadi, aku absen dulu ke butik. Menghitung hari, detik demi detik, ooops lagunya KD tuh. Maksudku hari menjelang olimpiade semakin dekat saja. Aku mulai konsentrasi sama olimpiade saja. Untuk urusan butik, libur dulu dech. Namanya juga mengemban amanah dari sekolah. Pokoknya aku harus menang. Hehehe…..!

            Olimpiade pun dilaksanakan. Hingga, pengumuman pengumuman yang dinanti-nantikan telah datang. Aku hanya dapat medali perunggu. But, it’s okay….!

Bagiku, kemenangan adalah mau menerima hasil akhir dengan sportif, apapun yang terjadi. Sekolahku pun cukup senang, mungkin tahun depan bisa menjadi yang lebih baik.

****

            Setelah olimpiade selesai, aku mulai membantu Tanteku lagi di butik. Karena Tante tidak mempunyai model, akhirnya aku disuruh mencoba busana rancangannya.

Make-up dipoles di wajahku yang lugu ini. Kaca mata diganti dengan kotak lensa.

Wow…cantiknya diriku bagai bidadari! Pemotretan pun segera dilakukan untuk koleksi pribadi. Kata Tante, aku tuh cantik, hanya saja kecantikanku tersembunyi di balik kacamata yang sudah usang. Tante menyarankan padaku untuk melepas kacamata itu. Semula aku menolak, aku sangat menyayangi kacamata ini. Tapi, akhirnya saran Tante ada benarnya juga. Keesokan harinya, aku ke sekolah tanpa memakai kacamata. Teman-teman  pada heboh melihat penampilanku yang baru ini.

Kembali lagi soal Kak Randy, rasa kekagumanku semakin mendalam kepadanya.Tapi aku tak punya nyali untuk berterus terang tentang perasaanku. Apakah dengan mengubah penampilanku ini, bisa mengubah pandangannya kepadaku.

Ketika di kantin, aku tidak sengaja menabrak teman sekelasku, yaitu Arya.Waktu itu aku memperhatikan Kak Randy, sehingga tidak melihat seseorang yang melintas di depanku. Baju Arya jadi basah semua karena ketumpahan minuman. ” Dasar cewek udik……punya mata nggak sich loe???”Arya membentakku.

”Maafkan aku Arya, aku tidak sengaja,”sembari kubersihkan bajunya.

”Kalo jalan tu pakai mata dong…jadi kotor kan baju gue,”  maki Arya kepadaku.

” Okay, aku akan mencuci baju kamu hinga bersih,” aku mencoba menawarkan negosiasi.

” Ingat, urusan belum selesai, walo loe cuci baju gue. Besok temui gue di depan gerbang sekolah jam 2.”

’’ Baiklah kalo itu memang maumu,” jawabku dengan polos.

            Aku mulai bertanya dalam hati, apa yang akan dilakukan Arya kepadaku. Jujur, aku merasa takut. Tapi, aku tidak akan membiarkan orang lain menderita karena perbuatanku ini. Semalaman aku tidak bisa tidur karena memikirkan hal ini. Ku harap semua ini hanya mimpi.

****

             Bel pulang sekolah pun berbunyi. Aku segera menemui Arya di depan gerbang sekolah.

” Hai Arya….lama ya nunggunya…?” aku mulai menyapa.

” Nggak kok, ayo ikut sama gue…!”

” Emang mau kemana? Kamu mau culik aku?” aku mulai merasa panik.

’’ Nggak usah takut, emang gue ada tampang kriminal? Udah ayo naik…!

” Beneran lho…janji….! aku segera naik ke motor Arya.

            Akhirnya sampai juga. Kulihat ada gubuk kecil yang sangat sederhana. Memang Arya mau ngapain, ngajak aku di tempat begini.

”Ini tempat apa sich??? Jangan macam-macam ya sama aku???” tanyaku.

” Santai aja Lun. Gue nggak bakal ngapa-ngapain loe, lebih baik masuk aja yuuk, ntar loe akan tahu sendiri.”

            Setelah masuk gubuk itu, aku heran, kenapa banyak anak kecil di sini.

”Nggak usah heran gitu Lun, anak-anak ini adalah murid gue, sepulang sekolah gue slalu ke sini untuk mengajar mereka. Mereka adalah anak jalanan yang tidak mempunyai kesempatan untuk mendapatkan pendidikan yang layak.”jelas Arya padaku. ”Owkhh begitu yaw,,,ternyata hatimu sangat mulia.”

” Nggak juga kok, buktinya gue sekarang ngajak loe ke sini untuk bantu gue mengajar, sebagai hukuman loe kemarin.”

” Kamu ini…aku sampai tidak bisa tidur semalaman gara-gara masalah ini. Kirain kamu akan menghukum aku dengan hukuman yang berat. Ternyata cuma mengajar doank. Kalo ini sich mudah saja bagiku.”

” Emang loe mau gue kasih hukuman apa?  Gue nggak setega itu lagi ama cewek.”

’’ Syukur dech, kapan nich mulai mengajar?” tanyaku.

” Ya sekarang donk, masak tahun depan?” jawabnya sambil menghampiri anak-anak.         Aku sangat kagum dengan pemikiran Arya yang begitu peduli dengan anak-anak jalanan. Pemikiran kita sama, apa sudah jodoh ya???

Aduh,,, Lha Kak Randy gimana? Tetep konsisten sama satu nama, itulah prinsipku, walau ada sedikit perasaan kagum dan suka sama Arya. Whatever….! 

Hari ini berlalu sangat cepat. Setelah mengajar anak-anak jalanan. Aku diantar oleh Arya sampai rumah. Ini merupakan pengalaman yang tidak terlupakan. Aku bisa berbagi ilmu dengan anak-anak jalanan. Semoga semua ini bermanfaat bagi mereka.

****

            Di sekolah, aku mulai dikenal teman-teman satu sekolah. Termasuk Kak Randy yang menghampiriku dan mengucapkan selamat padaku. ” Selamat ya Lun, kamu telah mengharumkan nama sekolah kita.” Sebenarnya aku bingung mau ngomong apa, hingga ku jawab semampuku, ” Terima kasih Kak.”

” Ntar malam, kamu mau nggak dinner sama aku??? Untuk merayakan kemenanganmu ini.”

Aku sungguh tak percaya mendengar semua ini. Cowok idamanku mengajakku dinner.

” Baiklah Kak, sampai jumpa nanti malam ya Kak,” jawabku.

            Aku segera pergi ke butik untuk membantu Tante. Aku juga cerita soal rencana makan malam dengan Kak Randy. Lalu Tante memberiku sebuah gaun yang sangat anggun untuk makan malam nanti. Terima kasih ku ucapkan untuk Tante yang sangat perhatian padaku.

             Malam pun tiba, Kak Randy menjemputku di rumah. Kami segera menuju Restoran tempat makan malam. Setiba di restoran, aku duduk di tempat yang sudah disiapkan. ” Luna, kamu kelihatan cantik banget malam ini,” puji Kak Randy.

”Terima kasih Kak, Kakak terlalu berlebihan dech, pastinya lebih cantik pacar Kakak donk ?” candaku.

”Pacar…??? Aku udah nggak punya  pacar kok alias jomblo.”

”Masak sich? Lha bunga yang kemarin buat siapa donk?”

” Owkh, itu kan udah lama, aku udah putus ma dia.”

” Maaf dech Kak, bukan maksud hati untuk membuat Kakak sedih,”

” Buat apa minta maaf ? Emang itu kok kenyataannya. Lagian aku nggak sedih lagi, karena ada kamu di sini.”

” Kakak bisa aja dech,” jawabku dengan malu-malu.

” Aku ngajak kamu ke sini, sebenarnya ada yang mau aku omongin.”

” Okey, akan aku dengarkan, emang mau ngomong apa sich? ”

” Sebenarnya aku tuh suka ma kamu, kamu mau ato nggak jadi pacarku???”

            Oh my God…! Secepat itukah gemuruh petir asmara menghantam jantungku ???

Tanpa pikir panjang. Langsung kuterima saja ungkapan cintanya. Tapi, seperti ada sesuatu yang lain, yang mengusik jiwaku. Tapi sudahlah, aku juga tidak tahu bagaiman perasaan itu. Jadi kuputuskan untuk bergembira saja menerima nasib baikku kali ini. Jarang-jarang kan, aku mengalami hal mengasyikkan seperti ini.

****

             Baru seminggu ku lalui hubungan percintaan ini. Tapi, suatu ketika, Arya menghampiriku. Kenapa aku tidak pernah menemaninya lagi untuk mengajar anak jalanan. Lalu kuputuskan siang ini aku ikut Arya untuk mengunjungi anak-anak jalanan itu. Aku juga sudah rindu dengan canda tawa mereka.

            Sesampai di sana, teleponku berdering, ternyata Kak Randy yang menelepon. Lalu kuangkat, tapi malang nasibku, Hp ku lowbat. Aku tidak bisa menghubungi Kak Randy sebenarnya aku bisa saja meminjam Hp Arya, tapi itu tak mungkin kulakukan. Jadi kutunda saja sampai pulang ke rumah. Semoga saja Kak Randy nggak mikir yang macam-macam.

            Keesokan paginya, aku bertemu ma Kak Randy di sekolah. Dia menghampiriku buat bahas masalah kemarin. ” Kemarin kemana ajja sich?” tanya Kak Randy.

”Ehmmm….ada urusan mendadak terus Handphone ku lowbat, jadi aku nggak bisa hubungi Kakak.”

” Urusan apa sich? Jadi urusan itu lebih penting sehingga nggak hubungi aku?”bentak Kak Randy sambil marah-marah.

” Bukan gitu Kak, aku ada janji sama temen,” jawabku datar.

” Temen ??? Temen yang mana ???”

” Pokoknya ada, aku nggak ingin Kakak salah paham,”aku membela diri.

” Ouww, gitu ya,,, pasti ada sesuatu yang disembunyiin.”

” Nggak ada kok, masak nggak percaya sich ?”

” Aku bukan cowok tolol yang gampang dibohongi.Pasti ada cowok laen”

” Apaan sich Kak? Terserah kakak ajja dueh, kalo nggak percaya, aku emang nggak cantik, tapi aku bukan cewek gampangan. Mulai sekarang kita putus….”

Aku berlalu sambil beruraikan air mata. Bisa-bisanya dia nggak percaya sama aku. Sebenarnya pengen terus terang, tapi kalo ntar salah paham, ujung-ujungnya berantem. Aku nggak mau semua itu terjadi.

****

            Waktu pun berlalu, sejak pertengkaran itu, Kak Randy nggak pernah menegur aku di sekolah. Dan aku nggak tahu mesti ngapain. Mungkin emang aku yang salah. Jadi kucoba memberanikan diri untuk mengajak bicara Kak Randy. Semoga dia nggak marah setelah aku kasih tahu yang sebenarnya.

            Aku mencoba menulis surat di secarik kertas kecil dan menaruh surat itu di tas Kak Randy secara diam-diam. Pasti Kak Randy membacanya.

            Kutunggu di belakang sekolah pada jam istirahat,

                                                                                    Luna,

 

            Aku menunggu kedatangan Kak Randy, tapi dia tak kunjung datang. Mungkin hanya rasa kecewa yang menghampiriku. Bel masuk telah berbunyi, aku masuk ke kelas dengan perasaan hampa. Terlintas rasa penyesalan yang sungguh teramat dalam.

            Ketika hendak ke kelas, aku melewat ruang laboratorium. Aku melihat Kak Randy bermesraan dengan cewek lain. Hatiku sungguh hancur, remuk, tak berdaya. Aku tidak langsung menghampirinya, tidak sengaja, aku mendengar pembicaraan mereka tentang aku, Kak Randy mau pacaran sama aku, karena taruhan dengan teman-temannya, dan dia menang.  Emang dasar cowok nggak punya hati.

Aku menghampiri Kak Randy.

” Aku emang nggak cantik, tapi aku masih punya harga diri yang nggak dipunyai cewek ini.” teriakku sambil menangis dan berlari menuju kamar mandi. Kak Randy nggak bisa ngomong apa-apa dan langsung mengejarku.

            Aku menangis tersedu-sedu di kamar mandi. Aku mendengar Kak Randy memanggil namaku dengan perasaan menyesal sambil mengucap kata ma’af. Apakah seperti ini cowok yang kuidam-idamkan selama ini ? Apakah aku emang cewek lemah sehingga mudah ditipu oleh cowok? Aku menangis terlalu hebat hingga tak sadarkan diri.

            Keesokan harinya, tiba-tiba aku berada di rumah sakit. Entah apa yang terjadi waktu kemarin. Kepalaku pusing hingga aku tak sadarkan diri. Setelah kubuka mata, ada mama dan papa disampingku. Ada juga Tante Bella dan sahabat terbaikku, Dinda.

” Syukurlah Lun, kamu sudah sadar,” ku dengar sayup-sayup suara mama yang hampir tak terdengar olehku.

” Emang aku kenapa, Ma?” tanyaku.

” Kemarin kamu pingsan di sekolah. Untung ada Dinda dan Arya yang nolongin.”

Haaa? Arya? Kenapa dia begitu peduli dengan aku? Kenapa nggak Kak Randy ajja? Beribu pertanyaan mengalir begitu saja di kepalaku, hingga ku tak mampu berfikir lagi.

” Betul Lun, aku mencarimu kemana-mana, hingga aku menemukanmu tergeletak tak sadarkan diri di kamar mandi, aku mencari pertolongan, dan kebetulan ada Arya, jadi kami segera membawamu ke rumah sakit.” Dinda menjelaskan panjang lebar.

” Lha Arya mana sekarang?” tanyaku.

” Dia tadi keluar sebentar, paling ntar juga balik lagi,” jawab Dinda

            Beberapa menit kemudian, Arya muncul dihadapanku. Perasaan suka yang dulu ada, kembali muncul dalam perasaanku. Aku jadi nervous dan salah tingkah.

” Hai Luna, gimana keadaan loe?” tanya Arya.

” Sudah agak baikan, terima kasih udah menolongku,” jawabku dengan malu-malu.

” Sama-sama. Eh, ada orang yang mau ketemu loe.”

Semoga itu bukan Kak Randy, membayangkan wajahnya saja aku tidak mau.

Biarkan saja semua itu menjadi masa lalu yang tak ingin ku kenang.

” Siapa???” tanyaku.

” Ini dia…….”

Satu per satu anak muncul sambil menyanyikan lagu kesukaanku dengan diiringi gitar. Ternyata Arya mengajak anak-anak jalanan itu untuk menghiburku.

Sungguh suatu anugrah yang tak ternilai. Aku hanyut dalam perasaan terharu sekaligus gembira. Aku belum pernah merasakan kebahagiaan kayak gini sebelumnya.

Kemudian Arya juga menyanyikan sebuah lagu yang sangat romantis. Hatiku sungguh berbunga-bunga tiada terkira.

” Lagu ini, mewakilkan perasaan aku ke kamu, sebenarnya aku suka kamu sedari dulu.” ungkap Arya.

Sungguh speechless saat itu, aku bingung, apakah semua ini mimpi???

Lalu aku pun ikut bernyanyi . Aku juga menyukai Arya.

Semua orang larut dalam kebahagiaan.

Sungguh Tuhan Maha Adil, hilang satu, eeee,,,, muncul lagi (tapi bukan muncul 1000 lho…)

Kini tak ada istilah si cupu, yang tersisa hanyalah Raja Arya dan Ratu Luna yang mengarungi bahtera cinta diiring dawai-dawai asmara yang menggetarkan jiwa. Kisah cintaku bagaikan di negeri dongeng. Indah pada waktunya. Bye……..!!!

 { Cerpen ini dimuat dalam Antologi Cerpen ” CURHAT ” penerbit IBC Jogjakarta }

 
Leave a comment

Posted by on December 27, 2011 in Cerita Pendek

 

Tags: , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: